Postingan

Hanya Diagnosa Pertama

Gambar
Hai.. semalam aku baru saja membayar konsultasi dengan psikiater di aplikasi Halodoc. Bukan tanpa alasan. Jujur aku bingung menceritakan ini kepada siapa. Aku takut dibilang lebay, kurang ibadah dan lain sebagainya. Aku berusaha menjaga diriku agar tetap tenang. Namun nyatanya ini berbahaya. Rasanya ini semakin mengganggu aktifitasku saat bekerja. Sulit berbicara, pikiran zonk, dan sebagainya 🥲. Awalnya aku merasa ini hal yang biasa tetapi lama kelamaan aku rasa ini mengganggu sekali. Dan jadilah aku didiagnosa Anxiety Disorder . Jujur aku ingin segera sembuh. Pingin balik fokus lagi tapi aku takut kalau harus ke dokter. Aku takut dibilang alay 😭. Udahlah aku pelupa, pemalu dan gampang panik dan suka ngeblank. Jujurly what's next ya. Apa aku cari aja psikiater terdekat di Malang. Tak banyak banyak ngaji juga deh. Sapa tau ini karena banyak dosa 😭.

Aku Egois dan Menangis

Gambar
Hai. Lagi lagi ini berat. Ketika salah seorang tim mengajukan resign. Hal terbaik yang bisa kulakukan adalah mendukung keputusannya.  Kuakui yang kutakutkan adalah bagaimana selanjutnya. Siapa yang akan melanjutkan ini semua.  Aku selalu mencoba memberikan yang terbaik pada setiap hal yang kulakukan. Meski apa yang kudapatkan tidak selalu hal yang sama.  Ingat ? Ketika aku memutuskan untuk tetap berada di LKSA. Aku tau itu pilihanku, dan semua resikonya aku terima. Tapi Ijinkan aku berbagi 1 cerita. Dan mungkin cerita lainnya yang akba menyusul di kemudian hari.  Hal yang tidak kusukai adalah perihal libur di LKSA. Iya. Aku menyadari bahwa lksa adalah lembaga sosial yang dimana didalamnya terdapat anak anak yang mesti kami jaga. Tapi taukah ? Bahwa memang berat disini. Sudah lama ketika pembicaraan tentang liburan tak pernah mendapatkan solusi yang menyenangkan.  Terakhir, ada piket. Aku menyetujui. Kupikir ini solusi yang terbaik. Nyatanya tetap sulit. Mendapat...

Cindy

Gambar
Hari ini rencananya Cindy rencananya ada kegiatan rekreasi. Akan tetapi aku membatalkannya karena badannya tiba-tiba panas. Lalu kuputuskan untuk membeli bubur dan menyuapinya agar ia bisa segera minum obat.  Hal ini terlihat sederhana bukan ?  Namun bagiku ini adalah hal yang berat. Bukan karena merawat anaknya. Tetapi melalui keputusan-keputusan yang telah lama aku siapkan.  Ini hal yang panjang, pulang yang tertunda, janji yang dibatalkan, serta kegalauan lainnya. Hanya untuk memutuskan apa aku bisa mendampingi Cindy di kegiatan rihlahnya Minggu ini. Serta persiapan-persiapan lainnya untuk kebutuhan rihlah.  Aku bisa saja menitipkan Cindy pada yang lain. Kebetulan ada Mbak-mbak yang juga mendampingi anaknya. Tentu sangat bisa, akan tetapi aku merasa Cindy akan sangat berbeda apabila denganku. Akan sangat berbeda memori yang kami bangun. Berdasar pemikiran tersebut aku mantap memilih untuk tetap disini.  Qadarullah, Cindy sakit pagi ini. Sehingga kegiatan ters...

Penting, Tapi Tidak Mendesak

Gambar
Hola, apa kabar ?  Sudah banyak hal yang kita lalui beberapa tahun terakhir. Aku tidak mengerti apa aku masih bisa tetap aktif menulis seperti ini, atau memang menunggu mood yang tidak menentu. Kuharap aku bisa lebih rajin menulis lagi. Tetapi yang jelas, banyak hal yang tak tertulis dan iya, ada sedikit rasa menyesal dalam benakku. Kenapa tidak menulis ? Kenapa tidak meluangkan waktu sebentar saja? Kenapa ? Kenapa ? Dan kenapa lainnya... pertanyaan yang justru menyudutkan diriku sendiri.  Ada beberapa kisah yang ingin kutulis, beberapa mungkin kisah lama, tapi tak apa, perasaannya masih ada. Ini sungguh hal yang menyenangkan tetapi tidak tau apa semangat ini tetap bertahan. Semoga semangatnya selalu ada. Tapi tak apa. Aku menulis #CitraStory yang udah part kesekian, aku menulisnya di Kompasiana linknya disini .  Aku akan meneruskan part yang lain lewat blog ini saja. Kurasa akan lebih nyaman memiliki rumah sendiri untuk diriku sendiri. Aku lebih bebas dan tidak perlu me...

Konser Blackpink

Gambar
 Jujur pandemi ini buat aku merasa bosan, pekerjaan yang merayap secara rapi dan antri. Aku berusaha untuk tetap merasa baik-baik saja dalam keadaan ini. karena percuma saja aku mengeluh, seluruh rakyat indonesia juga sedang melakukannya. Wfh, sekolah daring ahhh sungguh benar-benar garing. Beruntung aku tau bagaimana cara menghibur diri, selain bertemu orang tua. Yaa bertumu teman-teman sjeawatku. Anggap saja inner circel. Semakin dewasa kita memang semakin mempersempit lingkup pertemanann kita. Entah mengapa itu terjadi begitu saja. Tidak sengaja dantidak pula direncanakan. Aku merasa bahwa lebih baik sedikti teman tapi berkualitas dari pada banyak namun tak mampu meberi efek yang baik pada diri. Menjauh dari tixic circel dan membuat corcle sendiri. aku menyadari ketika aku lebih nyaman membuat status dengan hanya dilihat 7 orang saja dibanding seluruh kontak whatsaapp yang lebih dari 200 kontak itu. Baiklah balik lagi k topik inti.. Hampir 2 tahun selepas pulang dari Malaysia, a...

Berat Tapi Mengalir Saja

Gambar
Hmm, jadi seorang pembimbing adalah sesuatu yang tak pernah terfikir olehku.  Jujur, ini berat. Ya karena jadi pembimbing artinya kita mengurus anak-anak di LKSA. Hei, mengurus diri sendiri saja masih susah. Apalagi mengurus orang lain.  Tapi ya begitu, salah satu sikap diriku yang kubenci adalah menerima tantangan. Iya, karena tau aku tidak bisa. Aku mengiyakan saja ketika diminta jadi pembimbing oleh atasan. Rasanya seperti tersihir hahaha. Seperti "Mari kita coba cit!" Tapi ya begitulah. Meski berat aku melalui proses yang dari nol. Ternyata kuncinya adalah menerima. Iya. Menerima.  Setelah bingung sendiri, aku akhirnya menemukan jawaban bahwa aku harus menerima ini. Jika tidak bisa jadi contoh yang baik. Setidaknya kita belajar bersama untuk jadi lebih baik. Pemikiran ini lantas membawa perubahan padaku.  Jujur, serasa gaada beban kalo berfikir bahwa aku juga akan belajar jadi lebih baik. Bersama-sama, dengan caraku sendiri. Belajar dari pengalaman pembimbing seb...

Mencari Titik Awal Memulai

Gambar
Setiap orang berusaha mencari sumber kebahagiaannya. Meski sebenarnya bahagia adalah kita yang ciptakan. Banyak dilema yang kualami ketika mula-mula menjadi pembimbing. Selain pribadi yang cuek dan bodo amat aku juga bingung cara menjadi pemimpin yang baik. Aku sering kali ditegur perihal tugas-tugas pembimbing yang tidak tuntas. Tetapi aku merasa beruntung karena aku pada masa itu bukan pribadi yang menyerah. Justru aku mencari cara agar tidak ditegur hampir setiap hari. Hingga akhirnya aku berada di titik, bahwa aku akan belajar bersama dengan mereka. Aku berkembang bersamaan dengan mereka.  Itu adalah titik langkah aku memulai dan menyadari bahwa aku sedang belajar cara menjadi pemimpin. Aku akan belajar tentang menjadi pribadi yang lebih peduli dan peka terhadap sekitar. Butuh waktu bertahun-tahun lamanya untuk menjadi aku yang sekarang.  Baiklah, ini baru saja dimulai bukan ?  Akan kuceritakan..